Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juli 2014

( RAMADHAN ) BUKU CATATAN IBADAH SEBULAN PENUH


Buku Amaliah Ramadhan. Tentu kita tak asing lagi dengan barang yang satu itu. Buku yang selalu dibagikan setiap hadirnya bulan Ramadhan. Buku yang menjadi isian wajib bagi pelajar saat menjalankan ibadah Ramadhan. Masih adakah tradisi ini? Ya! Mungkin kita ingat, buku ini biasanya berisikan kolom-kolom pencatat amalan di bulan Ramadhan. Para pelajar berlomba-lomba memenuhi kolom-kolom itu dengan amalan-amalan yang mereka lakukan. Mulai dari shalat, zakat, mendengarkan ceramah dan tentu saja puasa. Mantan Model Playboy Masuk Islam

Buku itu harus diisi oleh siswa selama sebulan. Nantinya buku ini akan disetor kepada wali kelas masing-masing untuk mendapat penilaian. Nah, apa sih maksud dari pengisian buku ini?
Buku ini dimaksudkan agar para peserta didik mampu mengerjakan amalan Ramadhan dengan disiplin. Yang shalatnya masih bolong-bolong, atau tidak puasa karena alasan yang tak jelas, siap-siap saja. Karikatur Penghinaan Terhadap Islam kembali Muncul

Namun kadang buku ini juga disalah artikan. Kadang bahkan mereka melakukan tindakan ketidak jujuran. Mencontreng atau menandai kolom sudah melakukan amalan padahal tidak. Toh tidak ada yang tahu kan!

Dalam pengisian ceramah juga sering ada aksi saling contek mencontek. Menulis ceramah dari buku pinjaman temannya. Atau bahkan dari buku amalan tahun sebelumnya. Yang penting isinya penuh. Yang rajin tetap mengisi dengan benar-benar mendengarkan ceramah. Yang kurang rajin tinggal mencontek saja. Kisah Ali RA yang tidak punya selimut saat musim dingin

Memang pengawasan ketat dari pengisian buku amaliah Ramadhan ini harus dilakukan ketat oleh para orang tua. Hal itu agar maksud dengan diberikannya buku amaliah Ramadhan bisa terpenuhi dengan baik. Yaitu mengajarkan para pelajar agar berdisiplin dalam ibadah. Bukan malah disalah artikan sehingga menciptakan ketidakjujuran. Makanya itu, kolom tanda tangan orang tua mesti diperhatikan dengan baik.

Seefektif apakah buku Ramadhan bisa mendisplinkan amalan di bulan Ramadhan? Wallahu A’lam. Yang pasti bisa atau tidaknya buku amaliah Ramadhan mengefektifkan ibadah mereka pemiliknya. Kita tetap punya buku amaliah kita sendiri. Bahkan buku amaliah kita tidak akan pernah bisa dimanipulasi. Tidak hanya bulan Ramadhan tapi sepanjang masa. Bukan hanya untuk mendisiplinkan tapi membiasakan keikhlasan. Ya! Buku amaliah yang dicatat oleh Roqib dan ‘Atid. 

Kamis, 03 Juli 2014

Keutamaan Sahur

Sebagaimana telah sama-sama kita ketahui, salah satu adab dan akhlak berpuasa adalah melaksanakan sahur.
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas, Rasulullah SAW bersabda : "Sahurlah kamu sekalian, karena sahur itu mengandung keberkahan."

Keberkahan yang dimaksud, di samping menyebabkan kekuatan dalam puasa, menguatkan motivasi dalam melaksanakan ibadah puasa, juga mengandung pahala karena mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.
       
Sesungguhnya sahur itu memiliki tiga makna yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan ketiga-tiganya mengandung kebaikan dan keberkahan.  

Pertama, sahur dalam pengertian makan dan makanan yang disajikan waktu sahur karena akan melaksanakan ibadah puasa pada esok harinya, sebagaimana dikemukakan dalam hadits tersebut di atas.

Juga hadits riwayat Imam Nasai dari Miqdam bin Ma'di Kariba, Rasulullah saw bersabda: "Hendaknya kalian makan sahur, karena sesunguhnya hal ini adalah hidangan yang penuh dengan keberkahan."

Kedua, sahur dalam pengertian waktu yang sangat berharga dan bernilai tinggi dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya.

Waktu mustajab terhadap setiap doa dan permohonan serta istighfar yang diucapkan dengan lisan yang keluar dari sanubari yang dalam, penuh dengan penghayatan. 

Waktu sahur adalah waktu turunnya rahmat, cinta, kasih sayang, dan ampunan dari Allah SWT. Langit pun terbuka, tidak ada hijab atau penghalang antara hamba yang berdoa dan merintih dengan Allah SWT, Dzat yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Mendengar. 

Bahkan juga pada waktu sahur sangat dianjurkan melaksanakan shalat tahajjud, mengikuti sunnah Rasul dan mengikuti tradisi salafus salih.

Ketiga, sahur dalam pengertian amal baik yang dilakukan pada waktu tersebut, seperti doa dan istighfar. Kedua amalan ini sangat baik dilakukan pada waktu sahur tersebut, bahkan dijadikan salah satu ciri utama orang yang akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki, dunia dan akhirat. 

Hal ini sebagaimana dikemukakan dalam QS Ali Imran 17: "(Orang yang akan mendapat nikmat surga) adalah orang orang yang shabar, orang yang benar/jujur, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sahur"
       
Mari kita pergunakan waktu sahur yang sangat agung dan mulia  ini, di samping untuk makan sahur, berdoa berdzikir dan istighfar juga untuk melaksanakan shalat tahajjud dan ibadah-ibadah lainnya. Semoga keberkahan dari Allah SWT terlimpah dan tercurah pada kita semua. Wallahu 'Alam bi Ash shawab!!!

Senin, 30 Juni 2014

Puasa Melipat Gandakan Pahala dan Amal Umat Nabi Muhammad Saw

Puasa mensucikan  jiwa kita yang kotor karena Allah menakdirkan umur umat nabi muhammad pendek. Makanya Allah memberikan ilham agar mereka mampu melampaui kehebatan ibadah umat-umat sebelumnya.

Lihat saja bulan ramadhan yang kelebihan didalamnya sangat banyak, oleh karena kelebihan tersebut pahala puasa di bulan ramadhan pun tidak pernah disebutkan Allah secara detail dalam Al-Qur'an. Dan satu malam yang sangat special pun ada di bulan mulia ini yaitu malam lailatul qadar. Siapa yang beribadah di malam itu maka ganjarannya sama dengan beribadah pada 1000 bulan lainnya (kira-kira 83 tahun lamanya).

Inilah cara Allah memuliakan umat nabi saw dengan akselarasi (kecepatan) yang tidak diilhamkan kepada umat sebelumnya. Orang dulu umurnya panjang-panjang tapi untuk menempuh perjalanan dari Jakarta-Bandung bisa mencapai waktu berbulan-bulan namun sekarang hanya hitungan jam bisa sampai di Bandung. Begitu juga untuk berhaji, dahulu butuh waktu berbulan-bulan menggunakan kapal laut (sampai orang-orang sudah lupa dengan orang yang sedang beribadah haji), Namun sekarang hanya hitungan hari sudah bisa menyelesaikan rukun dan ibadah haji.

Maka tidak salah Allah memberikan bulan ramadhan dengan beragam ibadah dan ganjaran berlipat ganda didalamnya karena umat nabi muhammad saw memiliki usia pendek (hanya hitungan puluhan tahun saja). Mari bersyukur dengan datangnya bulan ramadhan serta tidak menyia-nyiakan kesempatan meraih keberkahan, keridhoan dan pengampunan dari Allah Swt. Wassalam!!!

Sumber

Kamis, 26 Juni 2014

Tatkala Para Sahabat Menangis

Wahai sahabat, apakah kalian termasuk golongan yang ‘melo’ (meminjam istilah gaul saat ini)- Melo atau melankolis dengan artian ; sensitifnya hati  sangat dianjurkan manakala terdengar kalam-kalam Allah dilantunkan. Jangan malu menangis karena insya Allah mata yang menangis pertanda hati yang sehat dan jernih. Ibnu Abbas berkata saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“ Ada dua mata yang tidak disentuh api neraka: Mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata semalaman berjaga di jalan Allah “ (HR. Tirmidzi)
“ Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al Qur’an ) dibacakan kepada mereka , mereka menyungkurkan wajah, bersujud dan mereka berkata “Maha suci Rabb kami; sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi,” Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereke bertambah khusyuk” (Al Isra 107-109)
Menangis adalah satu karunia Allah kepada kita.  Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang tidak bisa meneteskan air mata. Bukan saja mata kita kering karena tidak ada air yang membasuhnya secara alami, tetapi juga kekeringan jiwa. Menangis bukan hanya karena  kehilangan orang yang dicintai, barang yang kita sangat sayangi ataupun karena sakit, tetapi menangis karena hati yang penuh takut dan harap kepada Zat yang menciptakan kita. Takut akan siksanya dan cemas jika tidak mendapat rahmatNya. Bergetarnya Qalbu dan badan manakala diperdengarkan ayat-ayat Nya.
Para sahabat adalah tokoh-tokoh tidak ada duanya setelah para Rasul dan Nabi dalam menempatkan hatinya  tunduk dan terpana dan tak berdaya di depan  kalimah Illahi. Inilah sebagian kisah mereka  yang menggambarkan kehalusan jiwanya manakala berinteraksi dengan ayat Al Qur’an.
ABU BAKAR
Prestasi  pada era kenabian Muhammad saw dan masa kekhalifahannya sangatlah agung untuk kita ingat dan sebutkan. Abu Bakar Ash Shidiq seorang laki-laki dewasa pertama yang beriman kepada Allah dan rasulNya,  khalifah rasulullah sekaligus sahabat beliau, laki-laki yang paling mencintai rasul dan menemaninya pada saat-saat mendebarkan di gua Hira. Namanya Abdullah bin Quhafah, Utsman bin Amir bin Amru bin Ka’aab bin sa’ad bin taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay al quraisy At-taimi.
Imam al Bukhari di dalam kitab shahihnya meriwayatkan dari Ibnu Syihab dari Hamzah bin Abdullah bahwa dia pernah diberitahu oleh ayahnya , ketika sakit yang diderita oleh Rasulullah semakin berat dan beliau diberitahu akan tibanya waktu shalat, beliau bersabda ,” suruhlah Abu Bakar untuk mengimami sahalat orang-orang.” Aisyah berkata , “ Sesungguhnya Abu Bakar itu seorang yang  sensitif ; jika membaca Al Qur’an dia tidak akan kuasa menahan tangisnya.” Rasulullah tetap mengatakan “ suruhlah abu Bakar untuk mengimami shalat!” Aisyah tetap membujuk beliau supaya menunjuk sahabat yang lain, namun beliau tetap memerintahkan ‘” Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami shalat! Kalian ini seperti saudara-saudaranya Yusuf saja !”
Pada  masa kaum muslimin mendapat cobaan , Abu Bakar dan keluarga keluar untuk hijrah ke negeri Habasyah. Ibnu Dhagina seorang pemuka di daerah qarah mempertanyakannya, “ Kamu mau kemana hai Abu Bakar/ Orang sepertimu mestinya tidak diusir dan jangan pergi  karena kamu selalu menyediakan lapangan pekerjaan bagi yang tidak punya, selalu menyambung silaturrahim, kamu selalu meringankan beban orang lain , memnghormati tamu dan selalu menegakkan kebenaran. Karena itu aku memberikan jaminan keamanan kepadamu. Kini pulanglah dan beribadahlah kepada Rabb mu di negeri mu sendiri!”
Abu Bakar pun kembali bersama Ibnu Daghinah . Orang-orang Quraisy mengatakan kepada Inu Dhaginah” suruhlah Abu Bakar untuk beribadah kepada Rabbnya di rumahnya saja . Disitu silakan saja dia mengerjakan  shalat dan dan  membaca apa saja sesuka hatinya. Jangan samapai ibadahnya itu mengganggu kami dan jangan sampai dia melakukan terang-terangan ..karena kami takut istri dan anak-anak kami terpengaruh olehnya.
Ketika Ibnu Dhaginah menyampaikan hal itu kepada Abu Bakar , terpikir untuk  mendirikan mesjid kecil di halaman rumahnya. Kemudian Abu Bakar  biasa mengerjakan shalat dan membaca al Qur’an disana . Tetapi  yang terjadi di luar perkiraan..para istri dan anak-anak orang musyrik berdesak-desakan di pintu karena takjub dan ingin menyaksikan Abu Bakar yang sering menangis dalam ibadahnya ! ..Akibatnya hal ini kembali  menggoncangkan tokoh-tokoh musyrik Quraisy dan mereka merasa terancam oleh tangisan  Abu Bakar..
UMAR BIN KHATAB
AL faruq , pengganti khalifah Rasulullah SAW, seorang laki-laki yang dengannya Allah menjadikan Islam gilang-gemilang. Dialah syahidul Mihrab (yang gugur sebagai syahid di Mihrab). Umar bin Khatab bin Nufail bin Abdul uzza bin Riyadh bn Abdullah bin razah bin Adi bin Ka’ab bin Ghalib Al Qurasyi Al Adawi, Abu Hafsh,  – dialah orang pertama yang dipanggil dengan Amirul Mukminin. Di masa kekhilafahannya banyak negeri di bebaskan dari kemusyrikan. Keutamaannya sangat banyak. Abu Bakar dan dia adalah dua orang wazir serta menteri Rasulullah dan keduanya adalah tetua dari para pemuka penghuni surga.
Ibnu Mas’ud berkata, “ Islamnya Umar adalah kemenangan, hijrahnya adalah pertolongan, dan kepemimpinannya adalah kasih sayang,” Selain segala ke’perwiraan” Umar, maka diapun adalah pemilik hati yang lembut dan sensitif. Abdullah bin Syidad berkisah,” “ Saya pernah mendengar suara sesenggukan Umar saat membaca  ayat :”…bahwasanya aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah (Yusuf : 86)
Ibnu Umar pun berkata, “ aku pernah mengerjakan shalat di belakang Umar dan kudengar isak tangisnya dari shaf ketiga . Sahabat yang lain mengatakan “ Umar pernah mengimami kami shalat Fajar maka Umar membaca surah Yusuf dari awal dan ketika sampai ayat “ Dan kedua mamenjadi putih karena sedih. Dia diam menahan amarah (kepada anak-anaknya) Yusuf 84 :…. Umar menangis sehingga suara sesenggukannya terdengar sampai shaff belakang. Maka Uqbah membacakannya dan Umar menangis keras, lantas berkata ‘” Aku tidak pernah menyangka bahwa ini telah diturunkan..”
Hafsh Bin Humaid meriwatkan dari Syamar bin Athiyyah, bahwa apabila Umar bin Khattab membaca ayat  QS Maryam : 71  “ Dan tidak seorangpun dari kalian yang tidak melewatinya (neraka)..”
Maka Umar menangis dan berkata,’ Wahai Rabbku, aku termasuk yang engkau selamatkan atau yang engkau  biarkan di dalamnya dalam keadaan berlutut?”..
ABDURRAHHMAN BIN AUF
Panggilannya Abu Muhammad . Beliau adalah salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga dan salah seorang dari enam orang Ahlusy syura yang dibentuk oleh Umar bin Khatab. Beliau juga seorang yang turut serta dalam perang Badar. Sa’ad bin Ibrahim mengkisahkan “ Pada suatu ketika seseorang mengantarkan makan malam Abdurrahman bin Auf yang mana siangnya dia berpuasa. Saat dia membaca QS Muzzamil 12-12..” Sungguh, disisi kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala, dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih…”  Maka Abdurrahman menangis terus dan terus menangis sampai makanannya di bawa masuk lagi. Dia tidak makan malam  padahal siangnya berpuasa.!
ABU HURAIRAH
Al Imam Al Afaqih Al Mujtahid Al Hafizh Abu Hurairah Ad Dausy Al Yamaniy, penghulu para hafizh yang terpercaya.  Sulaiman bin Muslim bin Jammaz menyatakan pernah mendengar Abu Ja’far menyampaikan bahwa pada saat Abu Hurairah radiallahu anhu membaca surat At takwir, dia bersedih seakan-akan ditinggal mati kerabatnya.
AISYAH
Aisyah binti Abu Bakar Ash shiddiq Al Qurasyiyah At tamimiyah al Makiyyah , Istri Nabi SAW dan wanita yang paling memahami urusan agama secara mutlak.
Abu dhuha meriwayatkan dari seseorang yang mendengar dari Aisyah Ra saat dia membaca ayat :
“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu…(AL Ahzab : 33)
“Dia menangis sampai kerudungnya basah. Aisyah menangis karena menyesal telah pergi ke Basrah, dan keluar rumah saat perang Jamal. Qasim berkata,” Saat aku berkeliling di pagi hari, aku biasa memulainya dengan rumah Aisyah; kuucapkan salam kepadanya. Suatu pagi aku ke sana kudapati ia asedang bertasbih (mengerjakan shalat) dan membaca :
“ Maka Alah memberi karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka (Ath Thur; 27)
Dia berdoa sambil menangis. Dia mengulang-ulangnya .Aku berdiri menunggu sampai bosan.  Karenanya aku pergi ke pasar berbelanja dan kemudian kembali ker rumah Aisyah. Ternyata dia masih berdiri seperti saat kutinggalkan. Dia shalat sambil menangis…(Muhammad Syauman Ar Ramli , Aqwam 2007)
“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al Qur’an ) dibacakan kepada mereka , mereka menyungkurkan wajah, bersujud dan mereka berkata “Maha suci rabb kami; sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi,” Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk” (Al- Isra 107-109).

Ku Menyambutmu Wahai Ramadhan

Saudaraku, akan datang tamu mulia menghampiri detik detik kehidupanmu, membawa serangkaian kabar gembira; setiap pahala amal ibadah dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni, pintu pintu syurga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup, syeitan dibelenggu, penghuni neraka dibebaskan, suatu ibadah dan qiyam menjadi pelebur dosa-dosa kita yang telah silam, ada satu malam dimana nilai ibadah pada malam itu melebihi nilai ibadah selama SRIBUB BULAN. Ramadhan, itulah tamu mulia yang mengetuk pintu rumahmu.
Betapa beruntungnya hamba Allah yang didatangi tamu mulia ini, betapa mulianya seorang hamba yang mampu menyambut tamu ini dengan mensucikan diri dan beri’tikad kuat untuk merubah diri, menyambutnya dengan tuturkata dan perilaku yang mulia, menyajikan baginya jamuan terindah dengan menghadirkan tilawah dan tadabbur Al-Quran, menghadiahkan harta dan sumbangan. Barang siapa yang demikian, maka jikala tamu Ramdhan keluar meninggalkannya, dia akan menjadi seorang muslim yang mulia di hadapan Allah, suci bagaikan seorang bayi yang terlahir dari perut ibunya.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متّفق عليه)
Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar ke-imanan dan ibadah (bukan rutinitas) dan mengharapkan ridha Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (H.R. Bukhori dan Muslim)
شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ, فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ (رواه ابن ماجه)
Bulan Ramadhan adalah bulan yang telah Allah wajibkan kepadamu berpuasa, dan Aku sunnahkan  bagimu ibadah pada malam harinya. Maka barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan beribadah (shalat tarawih) pada malam harinya karena keyakinan iman (bukan rutinitas harian) dan mengharapkan ridho Alla Ta’ala, keluarlah ia dari segala dosa-dosanya sebagaimana bayi yang baru lahir dari kandungan  ibunya. (H.R. Ibnu Majjah, Hadist No. 1832, Bab Qiyam pada bulan Ramadhan)
Saudaraku, tamu Ramadhan kerap datang menghampirimu. Persiapkanlah dirimu untuk menyambutnya, kuatkanlah fisik dan kesehatanmu untuk bermunajat kepada Allah bersamanya.  Hargailah ia, fahamilah nilainya. Demi Allah, betapa bernilainya kedatangan ia kepadamu, dimana belum tentu ia akan kembali menghampiri rumahmu pada kesempatan yang akan datang. Aku menyambutmu wahai Ramadhan..!
Rahmat Allah Menyelimuti Dunia.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ ز (رواه البخلري)
Rasulullah SAW bersabda: Apabila datang bulan Ramadhan, pintu langit[1] dibuka, pintu jahannam ditutup dan syaitan dibelenggu. (HR. Bukhari)
Saudaraku, tidakkah kita merasakan “magnet kabaikan” itu saat ramadhan menghampiri kita? Hati yang kian lama keras, menjadi lembut saat Ramadhan. Lisan yang kian lama kering dengan ayat Al-Quran kembali basah pada bulan Ramadhan. Aktivitas duniawi yang kita lakukan selepas isya, sanggup kita kesampingkan dan menggantinya dengan qiyam. Lapar dan dahaga mampu kita menahannya diterik matahari dan beratnya tuntutan kerja. Seorang yang tidak dapat bangun diwaktu fajar akan bangun diwaktu fajar. Yang biasa tidak shalat berjamah, ia dapat shalat berjamaah. Bahkan siaran televisi yang konon merusak akhlak, pada bulan ramadhan ikut menyiarkan nilai-nilai Islam.
Rahmat Allah menyelimuti dunia, Demikianlah kalimat singkat yang bisa kita ibaratkan saat Ramadhan datang. Seorang ulama beranama Qadhi ‘Iyadh saat menafsirkan hadits di atas, beliau berkata: Hadits ini memiliki makna implisit yaitu Allah telah menurunkan keampunan yang besar dan ganjaran yang melimpah. Dibukanya pintu syurga boleh berarti bahwa Allah membuka hati manusia untuk taat kepadanya dan senantiasa melakukan amala shalih yang dapat mengiringnya ke pintu syurga. Ditutupnya pintu neraka juga boleh berarti bahwa Allah memalingkan hati, mata dan telinga hambanya dari hal-hal buruk yng dapat menghantarkannya ke neraka. Adapun dibelenggunya syaitan itu berarti bahwa Allah melemahkan kekautan syaitan untuk mengoda manusia[2]. Hanya tersisa syaitan-syaitan yang berwujud manusia.!
Betapa terbukanya kesempatan itu, betapa kuatnya “magnet kebaikan” itu, merugilah bagi hamba Allah yang didatangi tamu Ramdhan, ia masih bermalas-malasan, masih disibukkan dengan perdagangan, karir dan kerjaan. Rasulullah SAW menguatkan ikat pinggangnya di Ramadhan sebagai ibarat akan keseriusan beliau dalam menginfakkan dirinya untuk Allah, menafkahkan waktunya untuk I’tikaf dan beribadah kepada Allah.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْر أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وشَدَّ الْمِئْزَرَ (رواه مسلم).
‘Aisya radiyallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah SAW, jika memasuki sepuluh malam terakhir, ia mendirikan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, memperbanyak ibadah dan menguatkan tali pinggangnya[3](HR. Muslim)    
Merugilah hamba Allah yang memasuki Ramadhan, hatinya masih keras untuk membaca Al-Quran, tangan berat hendak bersedekah dan member makan orang yang berpuasa, serta kaki pun kaku hendak melangkah shalat berjamaah. Lebih merugi jika ia meninggalkan puasa Ramadhan itu sendiri,na’uzubillah.!
Saudaraku, jika lepas rahmat Allah dari hari-harimu di bulan ramadhan ini, maka telah lepas dari genggammanmu berjuta-juta kebaikan.
قَدْجَاءَ كُمْ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ فِيْهِ لَيْلَةُ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْحُرِمَ (رواه أحمد والنساءي والبيهقى).
Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah telah mewajibkan kamu berpuasa, dan pada (bulan itu) dibukakan pintu-pintu Syurga, dan ditutup pintu-pintu Neraka dan dibelenggu syetan-syetan, dan juga ada satu malam yang nilai ibadahnya lebih baik dari seribu bulan,maka barang siapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, maka telah terlepas darinya kebaikan yang banyak[4]. (H.R. Ahmad, Nasai dan Baihaqi).
rahmat
Rahmat Hidayat Lubis
BA, IICC Tripoli Libya
MA, UNISSA Brunei


[1] Dalam riwayat Imam An-Nasai: dibuka pintu syurga.  Kedua-duanya benar, bahwa saat Ramadhan tiba pintu langit dan Syurga dibuka.
[2] Ibnu Hajar, Fathul Bari, Juz 6, hal. 136.
[3] Meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah lebih dari hari biasanya.
[4] Sebagian ahli hadits mengatakan bahwa maksud dari “terlepas darinya kebaikan yang banyak” adalah ia tidak mendapatkan kebaikan di tahun itu. Namun kami lebih memilih pendapat yang pertama yang menyatakan bahwa “terlepas darinya kebaikan yang banyak”.

TEMUKAN KEINDAHAN RAMADHAN DENGAN IMAN DIHATIMU


Manusia mana yang tidak merasa gembira, senang dan suka cita ketika menyambut datangnya Ramadhan, pastilah semua bahagia menyambutnya. Semua itu karena kita sebagai manusia pasti akan kembali pada titik-titik tertentu dimana kita akan kembali mencari induk kita, pencipta kita, Rabb kita, yakni Allah SWT. Ada masanya dimana kita akan sangat merindukan pencipta kita, dan pastilah kita akan kembali pada Nya di akhir perjalanan kehidupan kita. Dan inilah saatnya, perasaan rindu itu muncul ke permukaan, perasaan yang terpendam jauh di dasar samudra bernama hati kini perlahan menampakkan cahayanya.

Semua rumah Alloh baik yang di tengah pusat kota bahkan di pelosok-pelosok negeri yang tak pernah dijamah pun kini penuh diisi oleh para pencari Tuhan yang sedang kehausan mencari air keimanan yang selama ini sulit digapai. Bagai jiwa yang brgejolak, mereka berlari, berbaris ingin menempati shaf terdepan, mengantri dengan sabar untuk dapat berjumpa denganNya.

Mereka temukan ketenangan di sana, ya ketenangan dari seluruh persoalan dunia yang menghimpit, ketenangan dari hingar bingar yang tak hentinya menyambar, ketenangan jiwa dan ruh untuk kembali kepada fitrahnya.Ada ketenangan yang kita cari selama ini, dan hanya ada dalam Ramadhan-lah kita bisa menemukannya.

Mereka menanggalkan sementara urusan dunia mereka demi berdiri tegak untuk menatap wajah sang penciptanya. Mereka rela berpeluh keringat, hanya demi sebait kerinduan yang selama ini mereka nantikan. Tak pandang si kaya atau si miskin, si elok atau si buruk rupa, semua sama di hadapan Nya kini, semua berlomba memuji, mengagungkan, memohon padaNya dan berlomba bermunajat padaNya untuk mendengarkan kisah kerinduannya yang dipendamnya selama ini.

Setahun lamanya menanti dan Alloh hanya ciptakan satu pertemuan dalam satu bulan bernama Ramadhan untuk menjamu para tamuNya dengan suguhan kenikmatan yang tiada tandingannya.

Marhaban yaa Ramadhan.

Bulan mulia itu telah datang, mari rengkuh ia, dan jangan biarkan ia pergi begitu saja. Mari raih kenikmatan di dalamnya. Ada cinta di sana, ada kasih sayang bagi sesama, ada kepedulian untuk semua, dan ada kesucian nan fitri pada akhir perjalanannya.

Marhaban yaa Ramadhan.

Biarkan jiwa ini menemui penciptanya, dibelai mesra dan dimanjakan oleh kenikmatan yanag hakiki. Bebaskan segenap penat dan gundah gulana, berikan kepada Nya, dan rasakan ketenangan saat hati kita dekat dengan Nya, saat raga tunduk pada semua aturan Nya..

Yaa Rabb, jadikan sepuluh hari pertama ramadhan ini sebagai ramadhan yang penuh keberkahan, limpahan ramat dan kasih sayang, dan sampaikan pula kepada fase ramadhan sepuluh hari kedua, dimana maghfiroh Mu yang luas senantiasa membelai dan merengkuh kami atas segala kesalahan kami, dan jadikan kami sebagai pemenang finalis ramadhan di sepuluh hari terakhir Mu ya Alloh, karena kami berharap tak terjangkau oleh jilatan api neraka.