Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juni 2014

Wanita, Kau Begitu Berharga


Di zaman sebelum diutusnya Nabi Muhammad ke bumi Arab, manusia pada saat itu berada di masa kejahiliyahan. Kebanyakan dari mereka adalah budak hawa nafsu. Mereka menghormati para raja dan petinggi-petinggi suku, tapi tidak orang-orang dengan kasta yang lebih rendah dari mereka. Bahkan wanita, tak memiliki harga dan tak sedikitpun diberi penghormatan. Padahal mereka terlahir dari rahim-rahim wanita.

Hadirnya Islam yang dibawa Nabi Muhammad bagaikan cahaya. Menerangi jiwa-jiwa gulita dan membersihkan semua noda-noda nista. Serta Islam telah mengangkat derjat wanita dari tiada menjadi berharga. Wanita tak lagi layak dicaci maki, karena Islam memerintahkan untuk mencintai. Mereka tak lagi berkedudukan rendah, karena Allah telah memberikannya darjah melimpah.

Wanita, begitu berharga dimata Islam. Justru gerakan-gerakan emansipasi ataupun feminisme yang katanya bergerak untuk menyama-ratakan dan menyelaraskan posisi wanita dan pria itu, malah telah menurunkan derjatnya. Bagaimana tidak, Islam sendiri telah meninggikan derjatnya lebih dari lelaki di beberapa hal, tapi orang-orang ini malah inginkan mereka sejajar dalam segala hal.

Wanita sungguh lebih berharga dari lelaki. Allah telah mengutamakan wanita dalam banyak hal dibanding laki-laki. Jika boleh, maka para lelaki pun ingin seperti wanita dan mendapatkan keutamaan yang sama tingginya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah ditanya tentang siapa yang harus mendapat perhatian paling utama antara ayah dan ibu. Rasulullah menjawab "ibumu" sebanyak tiga kali, lalu disusul oleh "ayahmu" dengan hanya sekali sebutan.

Dalam hadits lain dikatakan bahwa wanita, ketika dia menjadi seorang anak, (baik atau buruknya) ia menjadi penentu masuk surga atau tidaknya seorang ayah. Dan ketika ia menjadi seorang ibu, tak ada yang memungkiri bahwa surga berada di telapak kakinya.

Wanita, kau begitu berharga. Hargailah dirimu sebagaimana Allah menghargaimu dengan sebaik-baik penghargaan.

::: Order DVD Anak Sholeh Film kartun edukasi untuk anak usia 1 sampai 15 tahun. Buruaaan Order sekarang selama masa promosi dan diskon menjelang ramadhan. Klik Disini Untuk Mengunjungi Toko Online Kami :::

Syahid Seorang Sahabat


Pernahkah Anda melihat seseorang menjelang sakratul maut? Berapakali Anda melihat mereka yang terbelalak ketakutan, yang kesakitan atau yang hanya seperti hendak tidur?

Aku punya seorang teman dekat di SMU I Binjai bernama Wati. Ia dara berjilbab yang sangat cantik, supel, berbudi, senang menolong orang lain dan selalu menjadi juara kelas. Maka seperti mendengat petir di siang hari, saat kudengar ia yang sudah sekian lama tak masuk sekolah ternyata mengidap kanker rahim. Bahkan sudah menyebar hingga stadium empat!!

Sekolah kami berduka. Para aktivis rohis amat sedih. Wati adalah motor segala kegiatan dakwah. Ide-idenya segar. Ia selalu punya terobosan baru. Ia bisa mendekati dan disukai siapapun. Sungguh, kami tak memiliki Wati yang lain.

Maka betapa pedih menatapnya hari itu. Ia tergolek lemah di ranjang. Badannya menjadi amat kurus. Wajahnya pasi. Setelah sakit berbulan-bulan, hari ini ia tak mampu lagi mengenali kami!“Wati sudah sebulan ini tak bisa bangun-,” kata ibunya sambil mengusap airmatanya. Namun kami berbelalak, saat baru saja ibunya selesai bicara, perlahan Wati berusaha untuk bangun. Kami semua tercengang saat ia berdiri dan berjalan melintasi kami seraya berkata dengan suara nyaris tak terdengar, “Aku mau berwudhu dan shalat Dhuha.”Serentak kami semua berebutan membimbingnya ke kamar mandi. Setelah itu ibunya memakaikannya mukena dan sarung. Sementara ayahnya kembali membaringkannya di tempat tidur karena ia terlalu lemah untuk shalat sambil berdiri.

Hening. Tak seorang pun yang bersuara saat ia melakukan sholat Dhuha. Selesai sholat, saat ibunya akan membukakan mukena, ia melarang dengan halus. Lalu lama sekali dipandanginya wajah ibu, ayah dan adik-adiknya satu persatu bergantian. Dari mulutnya terus menerus terdengar asma Allah. kami yang menyaksikan tak kuat lagi menahan tangis. 
.
Tiba-tiba Wati tersenyum. Ia memandang kami, teman-temannya, dengan penuh sayang. Lalu kembali memandang wajah ayah, ibu dan adik-adiknya bergantian. Kini kulihat butiran bening menetes dari sudut matanya. Lalu susah payah ia mengangkat kedua tangannya dan mendekapkannya di dada. Dengan tersenyum ia menutup kedua matanya sambil mengucapkan dua kalimat syahadat dengan sangat lancar. Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun. Ia telah pergi untuk selamanya. Bagai melayang aku menyaksikan semua.

Dadaku berdebar, lututku gemetar. Subhanallah, ia telah kembali dengan sangat sempurna dalam usia yang baru 18 tahun.Tiba-tiba, antara ilusi dan kenyataan, aku mencium wewangian. Tubuhku bergidik. Aku menangis terisak-isak. 


Allah, siapkah aku bila Engkau ingin bertemu??

::: Order DVD Anak Sholeh Film kartun edukasi untuk anak usia 1 sampai 15 tahun. Buruaaan Order sekarang selama masa promosi dan diskon menjelang ramadhan. Klik Disini Untuk Mengunjungi Toko Online Kami :::

Rabu, 14 Mei 2014

Ketahuan Shalat di Pesawat, Pramugari Garuda Dipuji Warga Malaysia

Seorang pramugari Garuda Indonesia menuai banyak simpati dari warga Malaysia. Hal itu setelah penumpang asal Kepong, Malaysia, membagikan foto yang ia ambil di pesawat. 

Eddie Putra, melalui akun facebooknya, menceritakan bahwa ia suka duduk di kursi paling belakang saat terbang. Pun dengan penerbangan kali itu. Sekitar 10 menit di udara, Eddie hendak tidur. Tiba-tiba ia melihat seorang pramugari mengambil sesuatu dari tasnya. “Dia macam nak salin baju,” pikirnya.

Namun, apa yang dipikirkannya ternyata salah. Pramugari tersebut rupanya hendak shalat. Dan saat sang pramugari tersebut shalat, Eddie memfotonya.

Ribuan orang memberikan “like” untuk foto hasil jepretannya. Ratusan komentar bernada simpati dan kagum pun menghiasi laman facebooknya.

“Kagum...abg mampu melawan hawa nafsu. Moga segera sampai ke Malaysia dan bertemu isteri tercinta. Amin” komentar Azalizan Ismail.

“Walau kerja mereka camtu....tapi iman mereka tetap ade dgn menunaikan solat....selebihnyer hanya allah yg tahu ....terbaikkkk” tambah Mat Lang.

Ada pula warga Malaysia yang mendoakan pramugari tersebut agar berjilbab. "Permulaan yg baik. Semoga Allah membuka pintu hatinya utk. menutup tudung," tulis Nur Zakiah Amir Hamzah.

Selain ditujukan kepada sang pramugari, komentar positif juga ditujukan kepada Garuda Indonesia. [AM/bersamadakwah]

Ingin Keturunan Mulia? Pilih Pasangan Hidup yang Kokoh Agamanya

Malam itu, Umar bin Khattab kembali berkeliling melihat kondisi rakyatnya. Sengaja, selain bertemu dan melayani rakyatnya di siang hari, Umar bin Khattab juga memanfaatkan waktu malam agar ‘inspeksi’-nya tidak diketahui oleh orang lain. Dengan demikian, ia dapat melihat sisi lain kehidupan rakyatnya.Dua Pemimipin Muslim Yang Buat Ketar-Ketir Musuhnya

Tiba di dekat sebuah rumah, Umar bin Khattab mendengar dialog yang menyentuh jiwanya. “Campur saja susu itu dengan air, Nak. Orang lain melakukan seperti itu,” suara perempuan tua terdengar dari rumah itu.

“Amirul mukminin melarang itu, Bu” sang anak menolak dengan halus. Suaranya menggambarkan takdzim pada sang ibu.

“Amirul mukminin tidak akan tahu”

“Tapi Allah Maha Mengetahui, Bu”

Allahu akbar. Mendengar hal itu, Umar bin Khattab terenyuh. Hatinya tersentuh. Ada seorang gadis yang memiliki keimanan begitu tinggi.

Esoknya, Umar bin Khattab memerintahkan putranya untuk menikah dengan gadis itu. Dari pernikahan keduanya, kelak lahirlah keturunan shalih yang memiliki banyak kemiripan dengan Umar bin Khattab. Dialah Umar bin Abdul Aziz; khalifah yang hanya dalam masa 2,5 tahun berhasil mengubah maknawiyah dan kesejahteraan rakyatnya hingga tidak ada yang mau menerima zakat.

***

Suatu hari, seorang pemuda menemukan buah delima terbawa arus sungai. Dalam kondisi lapar yang menderanya saat itu, ia pun memakannya. Tiba-tiba ia sadar, buah itu milik siapa hingga ia berani memakannya? Ia pun menelusuri asal buah itu dan setelah menemukan pohonnya, ia menemui pemiliknya. Tips Mudah Menghafal Al-Quran

“Aku minta kehalalan buah yang telah kumakan tersebut,” pintanya, membuat sang pemilik kagum dengan kepribadiannya.

“Baiklah, aku akan menghalalkan buah itu dengan syarat kau mau menikahi putriku”

“Baiklah”

“Perlu kau ketahui, bahwa putriku itu buta, tuli dan bisu. Kau bersedia?”

Sungguh aneh, demi mendapatkan kehalalan buah yang telah dimakannya, sang pemuda tak membutuhkan waktu lama untuk mengiyakan. “Insya-allah, Pak” jawabnya mantap.

Tibalah hari pernikahan itu. Dan betapa kagetnya sang pemuda, gadis yang dinikahinya ternyata sangat cantik, tidak buta, tidak bisu dan tidak tuli. Saat ia menanyakan kembali kepada pria yang kini jadi mertuanya, ia mendapatkan jawaban: “Putriku buta, maksudnya matanya tidak pernah melihat maksiat. Ia bisu, maksudnya tidak pernah berbicara dusta, tidak pula pernah ghibah. Dan ia tuli, karena telinganya tidak pernah mendengar bunyi dan suara yang diharamkan.”

Allahu akbar! Pernikahan keduanya pun menjadi pernikahan barakah. Dari keduanya, kelak lahirlah seorang ulama besar yang hingga kini namanya tetap abadi dan ijtihadnya terus diikuti; Imam Syafi’i.

***

Dalam Islam, pendidikan anak sejatinya dimulai sejak memilih jodoh. Sebab, dari rahim sang ibulah anak lahir. Dari hubungan suami dan istrilah sang ibu mengandung.

Karenanya Rasulullah menasehati para pemuda untuk memilih istri atas dasar agamanya. “Fadhhar bidzaatid diin, taribat yadaak; pilihlah wanita yang baik agamanya agar kalian beruntung.” Keberuntungan di sini bukan hanya soal rumah tangga mereka, cinta kasih mereka, kehidupan pernikahan mereka, tetapi juga keturunan mereka.

Bagaimana dengan muslimah, Saudariku? Muslimah juga sama, dinasehati agar memilih jodoh yang baik agamanya, mulia akhlaknya. Karenanya Rasulullah berpesan kepada para orangtua, jika ada lelaki shalih yang melamar anaknya, agar ia diterima.

Memilih jodoh adalah langkah pertama dalam pendidikan anak. Sebab lelaki shalih dan wanita shalihah yang telah menjadi suami istri, mereka akan menjaga adab Islam. Saat merencanakan dan berikhtiar memiliki anak, mereka niatnya mulia. Saat beraktifitas yang mengundang lahirnya keturunan, mereka berdoa dan memenuhi adab-adabnya sehingga kelak anaknya tidak mudah diganggu/digoda syetan. Suami yang shalih menafkahi istri dengan nafkah halal. Halal pula yang dikonsumsi janinnya. Ketika anak sejak di dalam kandungan hingga lahir menjadi bayi dan seterusnya hanya mengkonsumsi yang halal, insya-allah ia lebih mudah menjadi anak yang shalih. Lebih mudah dididik dengan akhlak Islam.

Seperti apa engkau nanti mengasihi dan memperlakukan janinmu saat hamil juga dipengaruhi oleh laki-laki model apa yang menjadi suamimu. Jika ia shalih dan penyayang, ia pun menyayangimu dan janinmu. Mendukungmu membaca Qur’an untuk calon bayi dalam kandungan, bahkan ia pun turut tilawah sambil memegang perutmu. Hingga kelahiran tiba dan hidup di alam nyata, bayi dan anak-anaknya pun terbiasa dengan Al Qur’an, daripada musik dan nyanyian yang tidak jelas.

Saudariku, begitu banyak penjelasan yang bisa kau kembangkan atau kita lanjutkan di lain waktu. Bahwa pendidikan anak sejatinya dimulai sejak kita memilih jodoh. [Tim Redaksi WebMuslimah.com]