Minggu, 13 Juli 2014

( NUZULUL AL-QUR'AN ) HAKIKAT MENYEMBAH ALLAH SWT DENGAN MENTAATI PETUNJUKNYA

Turunnya Al-Qur'an adalah cahaya penerang kehidupan bagi seluruh manusia yang yakin dan beriman serta mengamalkan tuntunan-Nya. Kehidupan Allah yang sediakan, maka Allah tidak lalai menurunkan segenap aturan yang menyentuh kehidupan seluruh manusia. Turun-Nya Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia sebagai hakikat penyembahan kita kepada-Nya. Dan maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Allah SWT berfirman : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya (ulama bani israil) dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allahdan juga mereka menjadikan Rabb al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanyalah disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa, tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan “. (QS : At-Taubah : 31)

Dan dalam hadits shahabat Adi bin Hatim – sebuah hadits panjang diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan lain-lain – ia datang kepada Nabi sedang ssaat itu ia masih Nasrani. Ia mendengar Nabi membaca ayat ini, maka ia membantah.”Kami tidak beribadah kepada para pendeta dan tukang ibadah kami”. Nabi menjawab, “Bukankah para pendeta dan tukang ibadah mengharamkan yang halal, maka kalian ikut-ikutan mengharamkannya dan mereka menghalalkan yang haram, maka kalian ikut-ikutan menghalalkannya?”. Adi menjawab, “Ya. Memang begitu. “Beliau bersabda, “Itulah bentuk ibadah kepada pendeta”.

Demikian juga Abu Bakhtari berkata, “Mereka itu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) tidak sholat kepada para pendeta dan ahli ibadah mereka. Kalau para pendeta dan ahli ibadah itu memerintahkan mereka untuk beribadah kepada para pendeta ahli ibadah mereka tentulah mereka tidak akan mentaati perintah itu. Namun, para pendeta dan ahli ibadah itu memerintah, mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram lalu orang-orang Yahudi dan Nasrani mentaatinya. Ini adalah rububiyah sempurna (mengangkat pendeta menjadi tuhan-tuhan baru mereka).

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ

“Tentang sesuatu yang kalian perselisihkan maka kembalikan putusannya kepada Allah” (QS. Asy Syura: 10)

Hakikatnya manusia wajib mengikuti tuntunan Al Qur'an dan Sunnah pada segenap aspek kehidupan, jalan kesana dimulai dengan kecintaan kita menuntut ilmu Agama agar kehidupan kita dapat terarah dijalan-Nya melalui pengetahuan tentang Petunjuk Allah sebenarnya.

Nabi menerangkan ibadah mereka kepada para pendeta dan ahli ibadah adalah dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, bukannya mereka itu sholat, shoum dan berdoa kepada para pendeta. Inilah makna beribadah kepada para tokoh. Allah tetah menyebutkan hal ini sebagai sebuah kesyirikan dengan firman-Nya : “Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Dia (Allah). Maha Suci Allah dari kesyirikan mereka”.

Dalam Ramadhan ini marilah perbanyak mengaji dan mengkaji Al-Qur'an dan Sunnah, sirah para shahabat Rosulullah SAW dimana mereka sebagai tauladan pada Umat Islam dalam beragama, paling baik mengikuti Rosulullah SAW. Biasakan mengikuti tuntunan Kitabullah karena sebagai wujud ketaatan kita sebagai hamba-Nya. Semoga Allah mudahkan kita menerima ilmu, dan dapat mengamalkannya sebagai amal shaleh, Aamiin.

DVD Anak Sholeh Edukasi Akhlak, Sejarah Nabi dan Rasul Klik Disini

0 komentar:

Posting Komentar

Anda Dapat Mengirimkan Komentar dan Pertanyaan Seputar Al-Qur'an. Seluruh Pertanyaan dan Jawaban akan ditampilkan pada Buletin Tuuba (تُوْبَي) Edisi Selanjutnya.