Minggu, 13 Juli 2014

( RAMADHAN ) BUKU CATATAN IBADAH SEBULAN PENUH


Buku Amaliah Ramadhan. Tentu kita tak asing lagi dengan barang yang satu itu. Buku yang selalu dibagikan setiap hadirnya bulan Ramadhan. Buku yang menjadi isian wajib bagi pelajar saat menjalankan ibadah Ramadhan. Masih adakah tradisi ini? Ya! Mungkin kita ingat, buku ini biasanya berisikan kolom-kolom pencatat amalan di bulan Ramadhan. Para pelajar berlomba-lomba memenuhi kolom-kolom itu dengan amalan-amalan yang mereka lakukan. Mulai dari shalat, zakat, mendengarkan ceramah dan tentu saja puasa. Mantan Model Playboy Masuk Islam

Buku itu harus diisi oleh siswa selama sebulan. Nantinya buku ini akan disetor kepada wali kelas masing-masing untuk mendapat penilaian. Nah, apa sih maksud dari pengisian buku ini?
Buku ini dimaksudkan agar para peserta didik mampu mengerjakan amalan Ramadhan dengan disiplin. Yang shalatnya masih bolong-bolong, atau tidak puasa karena alasan yang tak jelas, siap-siap saja. Karikatur Penghinaan Terhadap Islam kembali Muncul

Namun kadang buku ini juga disalah artikan. Kadang bahkan mereka melakukan tindakan ketidak jujuran. Mencontreng atau menandai kolom sudah melakukan amalan padahal tidak. Toh tidak ada yang tahu kan!

Dalam pengisian ceramah juga sering ada aksi saling contek mencontek. Menulis ceramah dari buku pinjaman temannya. Atau bahkan dari buku amalan tahun sebelumnya. Yang penting isinya penuh. Yang rajin tetap mengisi dengan benar-benar mendengarkan ceramah. Yang kurang rajin tinggal mencontek saja. Kisah Ali RA yang tidak punya selimut saat musim dingin

Memang pengawasan ketat dari pengisian buku amaliah Ramadhan ini harus dilakukan ketat oleh para orang tua. Hal itu agar maksud dengan diberikannya buku amaliah Ramadhan bisa terpenuhi dengan baik. Yaitu mengajarkan para pelajar agar berdisiplin dalam ibadah. Bukan malah disalah artikan sehingga menciptakan ketidakjujuran. Makanya itu, kolom tanda tangan orang tua mesti diperhatikan dengan baik.

Seefektif apakah buku Ramadhan bisa mendisplinkan amalan di bulan Ramadhan? Wallahu A’lam. Yang pasti bisa atau tidaknya buku amaliah Ramadhan mengefektifkan ibadah mereka pemiliknya. Kita tetap punya buku amaliah kita sendiri. Bahkan buku amaliah kita tidak akan pernah bisa dimanipulasi. Tidak hanya bulan Ramadhan tapi sepanjang masa. Bukan hanya untuk mendisiplinkan tapi membiasakan keikhlasan. Ya! Buku amaliah yang dicatat oleh Roqib dan ‘Atid. 

0 komentar:

Posting Komentar

Anda Dapat Mengirimkan Komentar dan Pertanyaan Seputar Al-Qur'an. Seluruh Pertanyaan dan Jawaban akan ditampilkan pada Buletin Tuuba (تُوْبَي) Edisi Selanjutnya.